Resume Seminar OSKM 2013

Seminar OSKM 2013 kali ini diisi oleh Bapak Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan ketua PBSI), Komunitas Wanadri, Ibu Tri Mumpuni, dan Seterhen Akbar.

Bapak Gita Wirjawan

Bapak Gita wirjawan, seorang Menteri Perdagangan RI kali ini menjelaskan pidato tentang Kearifan Lokal sebagai pijakan untuk mensejahterakan Indonesia dan semangat berbangga berkebangsaan Indonesia sebagai mahasiswa.

Kearifan Lokal

Indonesia punya banyak sekali sumber daya dan budaya, yang seharusnya bisa menjadi modal untuk memajukan bangsa baik dalam ekonomi dan teknologi. Namun, Indonesia kekurangan orang berpotensi dan ahli untuk mengolah sumber daya dan budaya tersebut, sehingga terciptalah banyaknya pengangguran karena kurangnya lapangan pekerjaan, terknologi yang belum maju, dan rendahnya tingkat ekonomi. Ekonomi Indonesia hanya menaik 6% setiap tahunnya, dibanding negara-negara lain yang menaik 20% setiap tahunnya.

Belajar dari Korea Selatan

Indonesia sudah seharusnya belajar dari Korea Selatan. Saat ini teknologi Korea Selatan sedang memimpin dunia. Siapa tak kenal produk Samsung-nya? semua teknologi barang elektronik Samsung, mulai dari TV, laptop, Handphone, semua digemari masyarakat di seluruh dunia. Maka dari itulah, sebagai mahasiswa ITB, putra-putri terbaik bangsa, sudah seharusnya menjadi garuda-garuda Indonesia yang membangun bangsa, bangga akan kebangsaannya, dan membuktikan teknologi dan budaya Indonesia kepada dunia.

Wanadri

Wanadri adalah organisasi tertua yang bergerak di bidang kegiatan alam bebas. Salah satu anggotanya, yaitu kak Indra Hidayat (Teknik Mesin ITB 2009), menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan alam. Indonesia memiliki lautan yang luas, ribuan pulau, dan gunung-gunung yang kaya.

Wanadri telah mendaki puluhan gunung di Indonesia dan dunia, dan di seminar kali ini mereka juga melaporkan hasil pendakian dan penjelajahan mereka.

Indonesia, kata kak Indra Hidayat, sebenarnya memiliki ribuan pulau-pulau besar dan kecil. Dari ribuan pulau itu hanya pulau -pulau besar yang berpenghuni manusia. Artinya, sekitar 10% yang berpenghuni dan 90% pulau-pulau Indonesia tidak berpenghuni manusia. Seharusnya, kita bisa memanfaatkan pulau-pulau tersebut sebagai sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan Indonesia. Maka, untuk mencegah pencurian pulau oleh negara lain, Wanadri membangun patung Soekarno dan Hatta, sebagai tanda bahwa pulau-pulau tersebut adalah milik Indonesia, pada 90 pulau-pulau tak berpenghuni milik Indonesia yang letaknya berbatasan dengan negara lain.

Ibu Tri Mumpuni

Ibu Tri Mumpuni merupakan seorang relawan pemberdaya listrik di daerah-daerah terpencil di Indonesia yang belum dialiri listrik. Dalam seminar kali ini, yaitu Integritas Pemuda (Alumni ITB) untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa, menjelaskan bahwa pada diri manusia terdapat 2 aspek, yaitu aspek logis, dan aspek empati. Kedua aspek tersebut sangat penting dimiliki oleh pamuda, terutama mahasiswa ITB, karena kedua aspek tersebut harus berkesinambungan sehingga menghasilkan akal yang sehat.

Maksud dari akal sehat ini, misalnya, ketika suatu permasalahan terjadi , contoh: kemiskinan, seorang pemuda akan melihat masalah dari aspek logis (seperti: mengapa kemiskinan bisa terjadi). Kemudian, ketika pemuda tersebut melihat masalah dari aspek empati, ia akan ikut merasakan beratnya permasalahan itu, hingga akhirnya akal sehatnya ikut berusaha memecahkan masalah tersebut dengan suatu cara.

Indonesia dikenal memiliki kekayaan alamnya. Namun masih banyak perusahaan asing yang mengambil kekayaan alam kita dan menjalankan perusahaannya tanpa memedulikan kesengsaraan rakyat Indonesia. Maka dari itulah, tugas kita sebagai pemuda dan mahasiswa untuk membangun bangsa mulai dari menumbuhkan kewirausahaan kita, sehingga kita memiliki dan dapat menikmati produk-produk asli buatan pemuda Indonesia tanpa takut penyalahgunaan sumber daya oleh perusahaan-perusahaan asing. Kita mulai kewirausahaan kita dari mengolah sesuatu yang kita sukai.

Riset Indie oleh kak Seterhen Akbar

Kak Seterhen Akbar, atau biasa dipanggil kak Saska, adalah ketua dari tim Riset Indie, yaitu tim riset independen yang memfokuskan diri pada media, teknologi, dan sosial ekonomi. Terbentuknya tim ini adalah untuk memajukan bangsa mulai dari project-project kecil. Selain itu untuk melepas anggapan bahwa mahasiswa ITB memiliki ego yang besar sehingga jarang yang ingin bersosialisasi dan berkolaborasi antar mahasiswa yang berbeda fakultas.

Tim Riset Indie memang terdiri dari beberapa mahasiswa ITB yang berbeda fakultas untuk berkolaborasi membuat project-project. Beberapa project itu adalah project camera Polaroid, Alinea (Animatronik), dan Angkot Day.

Project Camera Polaroid adalah salah satu ide kak Saska untuk mengembalikan ke-eksisan Camera Polaroid. Namun, project ini belum berhasil karena faktanya semakin banyak konsumen lebih memilih Camera Digital.

Project Alinea adalah project animatronic yaitu mengkolaborasikan antara animasi, seni, dan elektromik/robot. Project ini adalah pertama kalinya di Indonesia.

Angkot Day, yaitu project tim riset indie mengubah kebiasaan angkot-angkot sekitar Dago-Kalapa yang sering ngetem sehingga menyebabkan kemacetan. Project ini diawali tim dengan membuat kuisioner atau testimoni dari masyarakat sekitar Dago-Kalapa, menjadi bahan bukti dan modal untuk diberikan kepada PemKot Bandung dan para supir angkot agar mengubah kebiasaan buruk itu. Harapannya, 20 September 2013, angkot sekitar Dago-Kalapa akan lebih aman, nyaman, tidak lagi mengetem, dan ongkos gratis, sehingga masyarakat lebih memilih untuk naik angkot dibanding kendaraan pribadi yang dapat membuat penuhnya jalan dan macet.

Zakiyah Sholihah

Fakultas Seni Rupa dan Desain 2013

16813131

K3 -Muhammad Jaenuri

Materi : K3 ( Kritis, Kreatif, dan Konstruktif)
Mahasiswa sebagai kaum muda yang mengakari pembangunan bangsa harus memiliki tiga pola piker pokok yang dibutuhkan untuk mengaktifkan perannya. Tidak pola piker tersebut adalah kritis, kreatif , dan konstruktif atau yang disingkat K3.
Yang dimaksud mahasisiwa kritis adalah mahasiswa mampu memberi tanggapan terhadap setiap fenomena permasalahan yang ada di masyarakat dengan cara melakukan pengkoreksian-pengkoreksian terhadap kebijakan-kebijakan yang ada. Kemudian mahasiswa juga harus memiliki. Dengan pola pikir kreatif yang dimiliki, mahasiswa dapat menuangkan ide buah pemikirannya untuk menciptakan hal-hal baru yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan yang ada denagn tetap berpegang kepada nilai-nilai dasar Negara. Dan yang ketiga mahasiswa harus memiliki pola pikir konstruktif, yang artinya setiap solusi yang dirujukan para mahasiswa sebagai jalan keluar dari permasalahan-permasalahan tersebutharuslah bersifat membangun menjadikan hal yang kurang baik menjadi lebih baik lagi tanpa membuat permasalahan-permasalahan baru.
Seminar OSKM 2013
*Pembicara : Bapak Gita Wirjawan Mentri Perdagangan Indonesia
Jika kita mau maka kita akan mendapatkannya. Indonesia adalah Negara dengan pertumbuhan terbesar ke 15 di dunia . kita membutuhkan banyak orang yang relevan. Pemimpin Indonesia harus memiliki sifat kearifan lokal. Suatu bangsa biisa maju dengan 4 hal yaitu: 1.Kemajuan ekonomi, 2. Keragaman budaya 3. Kemahiran teknologi  dan 4.Kesinambungan demokrasi. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 6% pertahun dapat membuat bangsa kita maju dengan pendapatan sekitar 60%. Kita harus menghapus budaya kenyang murah. Kita harus membuat barang dan teknologi sendiri. Bangsa kita biesa maju jika kita menggunakan teknologi yang baik dan cinta akan budaya bangsa.kita harus menjadi pemimpin yang menjawab zamannya dan mewujudkan permintaan rakyatnya. Saran untuk kita adalah jadilah garuda- garuda kreatif, terampil berteknologi, semangat membuat teknologi dan cinta akan bangsanya sendiri yaitu Indonesia raya.
CINTA TANAH AIR
Oleh: WANADRI
WANADRI  merupakan perhimpunan penempuh rimba dan mendaki gunung. WANADRI memiliki empat tugas pokok, yaitu: pendidikan, penjelajahan/pengembangan ilmu pengetahuan, aktif dalam kegiatan SAR dan pelindungan alam. Dari pengalamannya, WANADRI mengenal apa itu “Cinta Tanah Air”.  Dengan kearifan lokal yang dimiliki, Indonesia kaya akan  potensi yang luar biasa. Terbentuk dari perairan dan dratan dengan perbadingan 3:1 indonesia memiliki keanekaragaman hayati dengan bioregionnya, sungai-sungai, pesisir, pulau, kawasan karst, gunung vlkanik dan daratan yang menjadi identitas dari keindahan  Indonesia itu sendiri. Dengan anugrah luar biasa ini, sudah sepatutnya kita menanamkan rasa cinta yang mendalam bagi tanah air Indonesia. Namun, untuk mewujudkan itu semua ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Kendala kendala tersebut diantaranya: interverensi budaya, bencana, dan masalah perbatasan antar Negara. Adapun kunci menghadapi kendala-kendala tersebut dengan cara sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan.
Integritas dan kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa
Oleh Bu Tri Mumpuni
Manusia dikaruniai oleh Allah dengan pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan memunculkan logika, dan perasaan memunculkan empati. Keduanya harusselalu berinteraksi sehingga memunculkan akal sehat. Sumber daya yang dimiliki Indonesia melimpah, tetapi penduduk Indonesia hanya menjadi kuli pemanfaatan SDA Indonesia oleh bangsa lain, dan Indonesia telah menanti kita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kita harus menjadi pemimpin yang berintegritas untuk Indonesia. Jadikan ilmu yang kita milliki untuk memberikan manfaat bagi sesama, jangan hanya mengejar materi. Dijelaskan pula bahwa ekonomi adalah kita melakukan kegiatan yang kita sukai dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.
Riset Indie
Oleh: Seterhen Akbar Suryadinata
Riset Indie berkegiatan melakukan penelitian diranah teknologi, social, ekonomi, dan media. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai penyaluran aktivitas/energy berlebih diluar jam kerja/kuliah. Adapun peran dari riset indie itu sendiri sebagai incubator ide yang nantinya dapat menginkubasi suatu ide usaha.
Ada 3 projek yang sudah dan akan dilakukan oleh riset indie, projek-projek tersebut yaitu;
1.            project polaroid, yaitu riset indie membeli pabrik kamera polaroid yang terancam bangkrut akibat adanya teknologi baru dengan dana dari patungan anggotanya. Selain itu pada project ini, riset indie menjual filmhasil potretankamera polaroid.
2.            Animatronic, yaitu robot yang dicover dengan make up effect.
3.            Angkot day, yaitu mengakali kemacetan di kota bandung dengan program one day by angkot yang itu semuanya bersifat free untuk semua kalangan.
Saska “Berpikirlah realistis dan jadilah orang yang bijaksana”.
MATERI II
KOLABORASI
Kolaborasi merupakan paduan berbagai unsur untuk membentuk hal-hal baru yang dapat memecahkan permasalahan yang ada. Sederhananya, kolaborasi ini dapat dijadikan solusi dari permasalahan yang timbul dari dua pihak yang berkonflik.
Dilihat dari sifatnya, kolaborasi dibagi menjadi dua:
1.            Perorangan: kolaborasi yang timbul akibat konflik antar individu
2.            Kelompok: kolaborasi yang timbul akibat konflik antar kelompok
Kolaborasi memiliki tiga tahapan:
1.            Bargainning approach: kolaborasi antar individu yang memiliki strata yang sama atau sederajat.
2.            Birokrasi approach : Kolaborasi antar individu yang memiliki tingkatan tertentu  dan individu yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi memiliki dapat mengatur individu yang memiliki tingkatan yang lebih rendah.
3.            System approach: kolaborasi yang mengikut sertakan pihak ketiga sebagai mediator dari konflik antar dua individu.
Dengan adanya kolaborasi ada 3 macam hasil yang dapat dicapai, yaitu: lose-lose, lose-win, win-win.
WUJUD CINTA TANAH AIR
Terdapat empat wujud seorang mahasisiwa yang mencintai tanah air Indonesia. Keempat wujud itu adalah:
a)            Mengenal identitas bangsa Indonesia
b)            Mengenal realitas kekurangan dan kelebihan dari tanah air Indonesia
c)            Adanya rasa cinta tanah air
d)            Terbentuknya visi kebangasaan yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia.
URGENSI KEMAHASISWAAN
I.             Tri darma Perguruan Tinggi
  1. a.            Pendidikan dan pengajaran

 

b.            Penelitian dan pengembangan
c.             Pengabdian masyarakat
II.            Falsafah Kemahasiswaan yaitu posisi mahasiswa sebagai:
a.            Rakyat sipil terpelajar
b.            Masyarakat ekonomi
c.             Masyarakat politik
III.           Potensi mahasiswa: inovasi, semangat, kreatif, jaringan yang luas, multi disiplin ilmu, dan berbagai hal yang dimiliki sesuai potensi yang ada.
IV.          Peran mahasiswa :
a.            Iron stock yaitu mahasiswa sebagai sumber daya baru dapat menjadi pengganti para senior sebagai sumber daya lama atau bisa disebut sebagai regenenerasi.
b.            Guarding of value yaitu mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai kebenaran.

c.             Agent of change yaitu mahasiswa harus bisa membentuk perubahan yang lebih baik bagi bangsanya,………

https://www.facebook.com/mjae.arrasyid

TIMELINE SEJARAH KEMAHASISWAAN ITB (Muhamad Syukron SITH-S)

Era Kolonial Belanda dan Jepang

 

Terbentuk organisasi kemahasiswaan tertua di Bandung yaitu Bandoeng Studenten Corps (BSC). Pada masa ini, mahasiswa pribumi yang bersekolah di Technische Hoogeshcule te Bandoeng (TH Bandoeng) sudah merasakan perbedaan budaya dengan teman2nya yang berasal dari Belanda dan mahasiswa2 pribumi ini kemudian membentuk perkumpulan sendiri yaitu Indonesische Student Vereniging (ISV) yang terpisah dari organisasi mahasiswa resmi saat itu yang didominasi oleh tuan-tuan Belanda. Perkumpulan ini menyelenggarakan diskusi-diskusi mengenai ilmu teknik, politik, mengadakan kegiatan olahraga, bermain catur dan tak ketinggalan berdarmawisata.

 

Soekarno (presiden RI pertama) terdaftar sebagai mahasiswa mulai tahun 1921, tapi dua bulan kemudian meninggalkan kuliah untuk bersatu dalam perjuangan bangsanya. Baru tahun 1922 ia mendaftar kembali dan lulus tahun 1926.

 

TH Bandoeng sempat berganti nama di era kolonial Jepang menjadi Institute Of Tropical Sciences (1942) dan Bandung Kogyo Daigaku (1944)

 

Era Kemerdekaan

 

Setelah kemerdekaan, Bandung Kogyo Daigaku dibuka kembali dengan nama Sekolah Tinggi Teknik Bandung (STT Bandung). Terbentuk Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung. Suasana revolusi menyebabkan kampus STT Bandung mempunyai multifungsi. Gejolak bangsa saat itu membuat STT Bandung merupakan kesatuan dari potensi SDM, ilmu dan teknologi, laboratorium dan peralatan yang semuanya dikerahkan untuk perjuangan kemerdekaan. Bulan Oktober 1945 didepan anggota KNIP, dicetuskan ikrar bersama mahasiswa yang menyatakan tekad mahasiswa Indonesia untuk tidak sudi kembali ke kampus selama kemerdekaan penuh bangsa Indonesia belum tercapai.

 

STT Bandung kemudian pindah ke Yogyakarta untuk kemudian bergabung dengan beberapaa akademi dan sekolah tinggi membentuk Universitas Gadjah Mada

 

Era1950an

 

Pada masa ini, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Bandung masih dalam naunngan Universitas Indonesia. Saat itu terbentuklah Dewan Mahasiswa UI Bandung yang beranggotakan himpunan-himpunan mahasiswa teknik. Pada tahun 1955, lahirlah Dewan Mahasiswa UI yang diketuai oleh Emil Salim yang kemudian menggabungkan DM UI Bandung yang terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas Teknik dan FIPIA.

 

1957 Deklarasi pembentukan Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) di Aula Barat sebagai wadah organisasi intra universitas seluruh Indonesia

 

2 Maret 1959 Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dipisahkan dari Universitas Indonesia menjadi Institut Teknologi Bandung.

 

2 November 1960, berdasarkan persetujuan Senat Mahasiswa Departemen Ilmu Teknik, Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, serta Ilmu Kimia dan Ilmu Hayati, terbentuklah Dewan Mahasiswa ITB yang diketuai oleh Piet Corputty. Dewan Mahasiswa terdiri dari Sidang Dewan (Legislatif) dan Badan Pengurus (Eksekutif). DM ITB saat itu lebih mengutamakan konsolidasi organisasi. Namun karena adanya perjuangan membebaskan Irian Barat, maka DM ITB mendukung penuh seruan tersebut dengan ikut serta mengirimkan sukarelawan. Advokasi mahasiswa untuk menolak penggabungan ITB ke Universitas Padjajaran yang baru berdiri.

 

1963 Pada kerusuhan 10 Mei 1963 yang berbau rasial, tokoh mahasiswa Muslimin Nasution. Uniknya walaupun dalam tahanan, Muslimin terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB. Konfrontasi antara DM ITB dengan CGMI-GMNI yang berporos Nasakom. Saat itu DM ITB dijuluki ‘The Last Stronghold’ oleh masyarakat anti-komunis.

 

1964 Pembangunan Masjid Salman dimulai. Pada Kongres MMI ke-IV di Malino, Sulsel, DM ITB dikeluarkan dan terkucil dari pergaulan antar DM. Terjadi kericuhan saat MAPRAM 1965.

1965 Peristiwa Gerakan 30 September, DM ITB dibawah pimpinan Rachmat Witoelar menyatakan mengutuk peristiwa tersebut. Terbentuk KAMI Bandung yang tidak hanya beranggotakan organisasis ekstra kampus, namun juga organisasi intra kampus. Terbentuk juga Komite Aksi Pembersihan ITB (KAPI), yang bertujuan membersihkan ITB dari pengaruh komunis.

 

1966 Perjuangan menegakkan Tritura. Pada bulan Februari 1966, KAMI Bandung dipelopori DM ITB mengirim 200 mahasiswa untuk membantu mahasiswa Jakarta yang terdesak akibat terbunuhnya Arief Rahman Hakim. Dipimpin tokoh-tokoh seperti Rudianto Ramelan, Muslimin Nasution, Arifin Panigoro, dan Fred Hehuat, KAMI Bandung melancarkan serangan-serangan ke obyek-obyek vital seperti Deplu RI, Kedubes dan Konsulat RRC.

 

Perjuangan Tritura menghasilkan pemerintahan baru yang lazim disebut ‘Orde Baru’. DM ITB memberikan gelar Pahlawan Ampera kepada Fred Hehuat (Geologi) dan Pasma Situmorang (Mesin) yang aktif berjuang menegakkan Tritura.

 

DM ITB tidak hanya berdemonstrasi untuk menumbangkan rezim Orde Lama, saat terjadi bencana banjir di Solo, DM ITB mengirim delegasi Misi Ampera untuk membantu korban bencana.

 

Juni 1966 KM ITB terbentuk sebagai penyempurnaan dari DM ITB, terdiri dari MPM (legislatif), DM (eksekutif), dan BPM (perwakilan ekstra kampus)

 

1968 Pernyataan sikap menolak adanya wakil-wakil mahasiswa di DPR Gotong Royong karena mahasiswa tidak sepatutnya berpolitik praktis

 

1969 Advokasi kenaikan SPP mahasiswa.

 

1970 Dipelopori oleh Wimar Witoelar (Ketua Umum 1969-1970) dan Syarif Tando (Ketua Umum 1970-1971), DM ITB menyerukan slogan back to campus untuk kembali kemahasiswaan yang telah rusak akibat politik nasakom. Pendirian Student Center dimulai, Unit-Unit kegiatan bermunculan, DM ITB memelopori konsolidasi mahasiswa se-Asia Tenggara dalam pertemuan ASEAUS. DM ITB juga mengadakan pekan olahraga mahasiswa Ganesha Interversity Games. Gagalnya inisiasi National Union of Student of Indonesia dilanjutkan dengan berdirinya Badan Kerja Sama Dewan/Senat Mahasiswa se-Bandung (BKS DM/SM Bandung).

 

Usaha depolitisasi ini sebenarnya hampir berhasil, hanya saja pihak penguasa mulai menunjukkan gelagat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pada tanggal 6 Oktober 1970, terjadi insiden antara taruna Akpol dengan seorang mahasiswa bernama Rene Louis Conraad (EL’70) yang mengakibatkan tewasnya Rene. Insiden ini sebenarnya berawal dari tawuran antara taruna Akpol dengan mahasiswa ITB akibat kalah dalam pertandingan sepak bola. Karena peristiwa ini, saat upacara pemakaman Rene, DM ITB mengadakan demontrasi dengan massa sepanjang 7 Km untuk menuntut pengusutan para tersangka pengeroyokan.

 

1971 Protes DM ITB terhadap proyek Taman Mini Indonesia Indah.

 

1972 Protes DM ITB kepada Bulog yang dianggap tidak becus mengurusi pangan.

 

1973 Isu utang luar negeri yang tidak terkendali menjadi opini publik. Saat itu pengusaha Jepang dianggap Economic Animal oleh masyarakat Indonesia akibat modal mereka yang mencengkeram ekonomi nasional. Suatu pertemuan di bulan Desember 1973 di ITB yang dihadiri antara lain oleh Muslim Tampubolon (Ketua Umum DM ITB) Hariman Siregar (Ketua Umum DM UI) dan Adnan Buyung Nasution berhasil mengeluarkan sikap untuk menolak utang luar negeri.

 

1974 Pertemuan 35 DM se-Indonesia tanggal 11 Januari atas undangan Hariman Siregar untuk menemui Presiden Soeharto di Bina Graha. 4 hari kemudian pecahlah peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang pada awalnya bertujuan mendemonstrasi PM Jepang Kakuei Tanaka malah berubah menjadi huru-hara besar.

 

Sementara itu mahasiswa Bandung berunjuk rasa di kampus UNPAD dengan membakar patung Soedjono Hoemardani, Aspri Presiden Soeharto. Saat itu mahasiswa Bandung mengeluarkan Tritura 1974 yang berbunyi: 1. Bubarkan Aspri, 2. Turunkan Harga, 3. Tolak Utang Luar Negeri.

 

1974-1976 Konsolidasi organisasi DM ITB.

 

1977 Gerakan anti kebodohan, adalah suatu konsep mendasar untuk mengentaskan pembodohan penguasa terhadap rakyat Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kemahasiswaan Indonesia, Ketua Umum DM dipilih dengan sistem one student one vote secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.

 

28 Oktober 1977, DM se-Indonesia berkumpul di Bandung untuk menyatakan sikap menolak eksistensi Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Bersama pelajar Bandung, DM se-Indonesia mengadakan aksi demonstrasi keliling Bandung.

 

16 Januari 1978 Apel bersama 2000 mahasiswa ITB dipimpin Ketua Umum Heri Akhmadi menyatakan ‘Tidak Mempercayai dan Tidak Menginginkan Soeharto Kembali Sebagai Presiden Republik Indonesia!”. Penerbitan Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978. Pembuatan buku putih ini dimotori oleh Rizal Ramli, Ketua Dewan Mahasiswa. Penerbitan buku putih ini juga didukung beberapa intelektual kampus seperti Prof. Iskandar Alisjahbana (Rektor ITB) dan Prof. Slamet Iman Santoso (mantan Dekan Fakultas Psikologi UI).

 

21 Januari dan 9 Februari 1978 Kampus diserbu dua kali dan diduduki militer 6 bulan lamanya. Mahasiswa lama dikumpulkan di lapangan basket dan diusir, hanya mahasiswa angkatan ’78 yang boleh berkuliah. Terjadi penembakan gelap di rumah Rektor ITB Prof. Iskandar. Laksusda Jawa Barat memanggil Heri Akhmadi, Rizal Ramli, Indro Tjahjono, Al Hilal Hamdi, dan Ramles Manampang Silalahi untuk kemudian diadili dan dipenjara. Normalisasi Kehidupan Kampus diberlakukan, DM se-Indonesia dibubarkan, pemerintah mengajukan konsep SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) sebagai pengganti Dewan Mahasiswa, namun ditolak karena terlalu kuatnya intervensi pemerintah dan birokrasi kampus pada organisasi tersebut.

 

1979 Pembentukan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) sebagai organ operasional kebijakan NKK disikapi dengan penolakan mahasiswa ITB. Akibatnya lembaga ini tidak pernah jelas eksistensinya.

 

1979-1982 Tekanan kuat dari Rektorat untuk membubarkan DM dengan surat ancaman DO untuk setiap Ketua Umum terpilih. Buku Biru diterbitkan sebagai lanjutan penerbitan Buku Putih.

 

1982 Dipelopori oleh 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa, Dewan Mahasiswa ITB akhirnya membubarkan diri, kaderisasi dan cita-cita DM dikembalikan ke himpunan masing-masing sebagai kantung gerakan. Suatu saat himpunan tersebut siap dipanggil untuk bersatu kembali. Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) terbentuk sebagai wadah koordinasi gerakan antar himpunan jurusan dan Badan Koordinasi Unit Aktivitas (BKUA) terbentuk sebagai wadah koordinasi gerakan antar unit kegiatan. FKHJ dipimpin oleh Hendardi (Ketua HMS) dan Umar Juoro (Ketua HIMAFI). Pada masa ini juga muncul kelompok-kelompok studi mahasiswa.

 

1983 Demonstrasi menentang rally mobil yang mewabah saat itu, karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi bangsa.

 

1985 Demonstrasi menyambut PM Inggris Margareth Thatcher.

 

1986 Demonstrasi menyambut Presiden Francois Mitterand dengan memotong kepala bebek sebagai perlambang agar bangsa Indonesia jangan membebek pada bangsa Barat.

1987 Protes kepada Kedubes Perancis akibat adanya teror kelompok ‘Skinhead’ terhadap mahasiswa Indonesia. Terbentuknya Presidium FKHJ yang dpimpin oleh Hotasi Nababan, Fadjroel Rachman. Terbentuk pula Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung sebagai wadah gerakan mahasiswa Bandung.

 

1988 Mimbar bebas pada hari pahlawan, aksi anti helm, intifadah

 

1989 Aksi-aksi menentang pembebasan tanah dengan semena-mena di Kacapiring, Cimacan, Kedung Ombo, dan Badega. Longmarch Bandung-Badega oleh mahasiswa ITB untuk menghalangi buldoser yang akan mengeksekusi tanah Badega. Pada tanggal 5 Agustus 1989 terjadi insiden dalam acara Penataran P-4 oleh Mendagri Rudini. Saat itu beberapa mahasiswa akan menangkap Mendagri karena dianggap bertanggung jawab membawahi pemerintah lokal yang berkolusi dengan penguasa. 11 orang ditangkap dan 6 diantaranya dipenjarakan, diantaranya Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, Enin Supriyanto.

 

1990 Keluar surat dari Mendikbud Fuad Hasan yang meminta didirikannya SMPT di seluruh Indonesia.

 

1992 OSKM diadakan kembali atas dasar permintaan Rektorat untuk melakukan penyambutan dan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru angkatan 1992. Terbentuknya Forum Aktivis Lemabaga Mahasiswa yang beranggotakan aktivis mahasiswa se-Jawa Madura dan Bali.

 

1993 Referendum pembentukan Lembaga Sentral Mahasiswa.

 

1994 Advokasi terhadap dua fungsionaris HMFT yaitu Yos Alfa dan Melyana (FT’90)

 

1995 OSKM’95 berlangsung dengan tema ‘Pahlawan dari Rakyat yang tertindas’

 

20 Januari 1996 Kongres, FKHJ dan BKSK mendeklarasikan berdirinya kembali KM ITB.

 

Maret 1996 Keluar surat edaran dari PR III yang meminta nama lembaga sentral mahasiswa adalah Senat Mahasiswa ITB, yang ditanggapi dingin oleh mahasiswa. PR III yang baru mengadakan manuver dengan mengadakan registrasi terhadap seluruh organisasi mahasiswa. 5 Himpunan yaitu HIMATEK, GEA, HMT, PATRA, dan HMP disegel karena menolak registrasi. Selain itu karena terjadi kasus Zaki T.L (FI’95) yang meninggal setelah melewati OS di HIMAFI (PPAM) dan mengakibatkan sanksi DO bagi Budi (Ketua PPAM) dan Ridjal (Ketua HIMAFI), OSKM dilarang.

 

April 1996 Deklarasi kesatuan gerakan mahasiswa Bandung

 

1996-1997 Berbagai forum diadakan untuk mendirikan lembaga sentral mahasiswa antara lain forum TVST, PILT, dan BPI. Tidak dihasilkan kesepakatan mengenai bentuk organisasi kemahasiswaan. Forum BPI diketuai oleh Haru Suwandharu (BI’93, Ketua HIMABIO ‘Nymphaea’). Dan Forum TVST diketuai oleh Vijaya Vitrayasa (MS’94, Kepala GAMAIS)

 

1998 FKHJ membentuk Satgas KM ITB untuk Reformasi yang diketuai oleh Depi Rustiadi (TG’94) dan Widdy (PL’95) sebagai Sekjen. Satgas ini berperan penting dalam ‘Deklarasi Ciganjur’ yang menyepakati bahwa kepemimpinan nasional harus segera diganti. Dibentuk juga Tim Beasiswa KM ITB untuk melaksanakan program beasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Selain itu Muker 7-10 Juni di Ciwidey menghasilkan Konsepsi dan AD/ART KM ITB. Pemilu dilangsungkan pada bulan Oktober dan Vijaya Vitrayasa (MS’94) keluar sebagai pemenang atas Ahmad Shalahudin (TI’94), Khalid Zabidi (SR’93) dan Heldy (FT’94).

 

Kepengurusan periode ini juga diwarnai dengan 2 surat pernyataan himpunan ( HMT & HME ) yang yang secara meminta kongres memberikan memorandum kepada Presiden KM ITB karena kinerjanya yang dianggap tidak memuaskan. Komunikasi dengan lembaga2 kemahasiswaan di dalam kampus memang menjadi masalah terbesar yang dihadapi kabinet.

Terlalu lamanya kemahasiswaan ITB tidak dipayungi lembaga terpusat menyebabkan kurangnya rasa butuh terhadap KM ITB apalagi ditambah dengan konsepsi kemahasiswaan terpusat (Konsep KM ITB) yang tidak tersosialisasi dengan baik ke seluruh mahasiswa.

1999 Gerakan Lumbung Kota sebagai bentuk kepedulian mahasiswa akan langkanya barang kebutuhan pokok.

 

Agustus 1999 Peserta OSKM’99 melakukan aksi SINDU (Studi dan Implementasi Desa Terpadu) di Cipatat.

 

Oktober 1999 Kontroversi mengenai kinerja Kabinet pertama mengakibatkan Vijay dipercepat jabatannya dan diganti Caretaker. Pemilu kedua diadakan dan menghasilkan pemenang Sigit Adi Prasetyo (IF’95) mengalahkan Nurul Wajah Mujahid (KL’95), Zaid Perdana (TL’96), Dedi Apriadi (GL’97) dan Iqbal Alfajri (DS’96) Puncaknya adalah pernyataan bersama 15 himpunan pada saat pelantikan presiden KM ITB yang kedua ( November 99) yang isinya adalah memberikan memorandum kepada kabinet untuk memperbaiki kinerjanya.

 

Februari 2000 Pertama kali diadakannya Olimpiade KM ITB dimana HMT keluar sebagai juara umum. Sempat terjadi insiden pembakaran jas almamater akibat adanya sponsor rokok ‘A Mild’ yang dianggap telah menjual kemahasiswaan ITB.

 

Agustus 2000 OSKM kali ini adalah OSKM dengan peserta terkecil jumlahnya (400an peserta) akibat ilegal.

 

Oktober 2000 Akibat terlalu larutnya Kongres dalam membahas amandemen AD/ART, panitia pelaksana Pemilu 2000 terbentuk 2 Minggu sebelum tanggal turunnya Presiden Sigit. Panpel yang dipimpin Safari (TK’97) terus mengulur-ulur waktu. 6 kandidat antara lain Zaid Perdana (TL’96), Andri Dwi Setiawan (PN’96) Muhammad Iqbal (GL’96), Muhammad Lutfi (TI96), Dedi Apriadi (GL’97) batal mengikuti pemilu. Akhirnya bulan November 2000, Kongres mengeluarkan ketetapan perpanjangan jabatan Presiden selama 6 bulan sampai Maret 2001.

Januari 2001 KM ITB menggulirkan isu Buloggate dan Bruneigate untuk menjatuhkan Presiden Abdurrahman Wahid. Sementara itu FKHJ mulai menggulirkan isu penggulingan Presiden Sigit.

 

10 Maret 2001 Dimotori oleh IMG, HIMAFI, PSIK, Veritas dan Komunitas Ganesha 10, FKHJ melakukan pendudukan terhadap Sekretariat KM ITB. FKHJ menyatakan penonaktifan Kongres dan Kabinet KM ITB serta mengambil kekuasaan legislatif dan eksekutif. Selain itu FKHJ juga membentuk tiga Badan Pekerja yaitu Panitia Pemilu untuk mengadakan pemilu legislatif secepatnya, Panitia OSKM 2001, dan Panitia Muker untuk mengamandemen AD/ART. Pemilu legislatif berhasil memilih senator berbasis massa himpunan, Kongres kali ini dipimpin oleh Dedi Suryadi (PL’97). Karena dimulainya era otonomi kampus, Kongres memutuskan mengirimkan Anggota MWA wakil mahasiswa Rian Ramadian Nugraha (IF’97).

Agustus 2001 OSKM kali ini dipimpin Dinar Maulana (IMG’98). Sebelumnya sempat terjadi insiden pemukulan terhadap pihak yang mendiskreditkan salah seorang petinggi OSKM.

Oktober 2001 Pemilu kali ini tercatat dalam sejarah KM ITB sebagai Pemilu dengan kandidat terbanyak (7 orang). Akbar Hanif Dawam Abdullah (PN’98) terpilih sebagai Presiden mengalahkan Dedi Apriadi (GL’97), Armenda (SI’97), Adiq Ahmadi (MT’97), Roy Baroes (GM’97), Edison Situmorang (EL’97), sedangkan Khairul Anshar (FI’98) mengundurkan diri sebelum pemungutan suara.

 

Desember 2001 Pertemuan BEM se-Bandung Raya di kampus ITB.

 

Maret 2002 Alga Indria (DS’98) menjadi pemenang pemilu KM ITB mengalahkan Abdi Robbi Sembada (SI’98), Dwi Lesmana (PL’99), M. Hanif (TI’98), dan Andy Hartono (TK’98).

 

Agustus 2002 Setelah sekian lama, akhirnya OSKM dinyatakan legal oleh rektorat, acara Swasta ditiadakan, dan metode kekerasan diganti dengan metode disiplin. OSKM kali ini diketuai oleh Ahmad Mukhlis Firdaus (HMS’99). Selain itu pertama kali dalam sejarah KM ITB diadakan acara Open House Unit yang bertujuan membuka rekrutmen terbuka untuk Unit Kegiatan Mahasiswa.

 

1-2 Februari 2003 Pertemuan BEM Nasional di ITB

 

Maret 2003 Ahmad Mustofa (TK’99) menjadi Presiden kelima mengalahkan Saifullah (SI’99), dan Hendro (TA’99). Sementara itu Adi Nugroho (FI’99) mengundurkan diri sebelum pemungutan suara. Pemilu Anggota MWA Wakil Mahasiswa menghasilkan Fantri Azhari (MS’99) sebagai pemenang.

 

Mei 2003 Aksi longmarch Bandung-Jakarta untuk memperingati 5 tahun reformasi.

 

Juni 2003 Aksi penolakan USM-PMBP yang dianggap sebagai jalan komersialisasi kampus. Saat itu terbentang spanduk ‘Selamat Datang Putra-Putri Termahal Bangsa’ untuk menyambut calon mahasiswa baru 2003. Isu ini sempat menjadi isu nasional bersama PT BHMN lain.

 

Juli 2003 Aksi 1500 massa BEM Bandung Raya menuntut turunnya Mega-Hamzah. Peluncuran “Selamatkan Indonesia” oleh KM ITB.

 

Agustus 2003 OSKM diketuai oleh Anwar Rustanto (HMM’00). Pada acara penutupan terjadi kericuhan antara panitia dengan swasta akibat insiden mengenai lagu kampus.

 

Desember 2003 pembentukan Satuan Tugas Penyikapan Pemilu RI 2004 yang diketuai oleh Otep Kurnia (MA’99).

 

Februari 2004 ITB Fair diadakan pertama kalinya di kampus ITB dengan tujuan memasyarakatkan teknologi. Aksi menolak Dialog Calon Presiden oleh PSIK yang mengundang Prabowo Subianto. Aksi ini dilakukan Kabinet bersama HMD.

 

Program Desa Binaan sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat KM ITB

 

Maret 2004 Pemilu KM ITB tercatat sebagai Pemilu dengan kandidat tersedikit yaitu Anas Hanafiah (EL’00) dan Oskar Pariang Pakpahan (GM’00). Sempat terjadi kericuhan akibat hilangnya dua kotak suara. Anas memenangkan pemilu dan menjadi Presiden keenam.

 

April 2004 Aksi pembakaran ban oleh Kabinet bersama Satgas Pemilu KM ITB akibat pengambilalihan acara ‘Kupas Tuntas’ Capres RI Amien Rais oleh Rektorat. Kabinet juga mengadakan aksi menolak kedatangan Siswono Yudohusodo karena dianggap sebagai bagian dari rezim Orde Baru.

 

Juli 2004 Aksi menolak hasil Pemilu 2004 akibat banyaknya indikasi kecurangan-kecurangan dalam pemilu. Bersamaan dengan aksi tersebut, Student Center diratakan dengan tanah untuk diganti dengan Campus Center.

 

Agustus 2004 OSKM kali ini diketuai Goris Mustaqim (SI’01). Pada saat acara OHU, beberapa mahasiswa melakukan aksi pembakaran Jas Almamater dan bendera KM ITB sebagai bentuk keprihatinan terhadap matinya dunia kemahasiswaan. Aksi ini ternyata berbuntut panjang sehingga disepakati akan membentuk Forum Rembug Mahasiwa. Forum ini menyepakati bahwa Kabinet dan Kongres harus memperbaiki kinerjanya, adanya kaderisasi berjenjang, dan Himpunan akan mengirim senator.

 

September 2004 Terdapat beberapa selebaran yang bertuliskan mengenai permohonan maaf seseorang yang dianggap melakukan penghinaan agama. Pada bulan ini juga muncul insiden Class Aksutik ‘A Mild’ yang menghadirkan Marcell dan Dygta. KM ITB menyatakan menolak acara tersebut selain tidak jelas manfaatnya bagi mahasiswa, acara ini juga menggunakan sponsor rokok.

 

Oktober 2004 KM ITB menginisiasi sebuah acara besar bertajuk ‘Gema Nusa’ (Gerakan Membangun Nurani Bangsa) di lapangan silang Monas dengan menghadirkan Presiden RI terpilih Susilo Bambang Yudhoyono.

 

10 Desember 2004 Kedatangan Dr. Anwar Ibrahim untuk mengisi seminar “Perkembangan Demokratisasi Di Asia” disambut hangat mahasiswa ITB.

 

31 Desember 2004 Aksi peduli bencana tsunami Aceh bersama BEM Unpad. Aksi ini diadakan saat pergantian tahun 2004 ke 2005

 

Januari 2005 Pengiriman relawan ke Aceh.

 

Februari 2005 Aksi penolakan kenaikan BBM, KM ITB mengadakan aksi dengan motor sampai ke Lapangan Tegallega. Penolakan kenaikan harga BBM ini juga diikuti oleh aksi mogok makan oleh Sandra, Wira, Agus, dan Ramses di gerbang Selatan ITB.

 

Terlaksananya OS Gabungan yang diketuai Fitrah Dinata (SI’02)

 

Maret 2005 Olimpiade ke-III KM ITB dimenangkan oleh IMG.

 

April 2005 Muhammad Syaiful Anam (EL’01) terpilih sebagai Presiden ketujuh. Pemilu kali ini sebenarnya diikuti tiga kandidat yaitu Anam, Wiyono (TA’01) dan Ramses (TG’01) namun Ramses didiskualifikasi oleh Panitia.

 

21 Mei 2005 Launching gerakan ‘Kampus Cerdas’ untuk mengurangi budaya mencontek di mahasiswa ITB.

 

Juni 2005 Fitrah Dinata terpilih sebagai Ketua OSKM 2005. Rektorat menolak nama OSKM dan mengganti dengan nama PSAK (Pengenalan Satuan Akademik dan Kemahasiswaan).

 

17 Agustus 2005 tepat pada saat peringatan 60 tahun Indonesia Merdeka, KM ITB mengadakan aksi keprihatinan mengenai tingginya jumlah mahasiwa yang di-DO setiap awal tahun akademik. Hal ini menunjukkan belum beresnya sistem pendidikan di ITB.

 

September 2005 Keluar surat edaran Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan mengenai pelarangan kaderisasi bagi 2005 yang disikapi beragam oleh himpunan-himpunan. Saat itu juga KM ITB menggulirkan isu tolak kenaikan BBM yang rencananya dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2005.

 

1 Januari 2006 ART ITB disahkan oleh MWA. Poin kontroversial dalam ART ini adalah adanya pengaturan mengenai struktur baru kemahasiswaan sebagai implikasi perubahan sistem di ITB. KM ITB mengeluarkan surat menyatakan menolak implementasi ART ITB yang merugikan mahasiswa.

 

Februari 2006 Program Keroyok Kampus oleh Presiden Anam, saat itu kampus ITB diramaikan oleh acara-acara KM seperti Bedah Buku ‘Confessions of an Economic Hitman’, Pekan Baca Tulis, SIMS, ITB Fair, Pesta Rakyat, dll.

 

Maret 2006 Pemilu kali ini diikuti oleh enam kandidat yaitu Dwi Arianto Nugroho (TK’02), Andi M. Adiwiarta (GM’02), Syahfitri (KI’02), Hendrajaya (IF’02), Indira (IL’02), dan Kisko (FI’03). Sempat terjadi kericuhan karena adanya kesalahan teknis Panpel dan kandidat menganggap panitia tidak konsisten dalam menerapkan aturan pemilu. Semua kandidat mengundurkan diri kecuali Dwi dan Syahfitri. Hampir semua Himpunan menyatakan pemilu gagal. Pemilu akhirnya diulang dan diikuti oleh Dwi, Syahfitri, Andi, dan Jaya, serta calon baru M. Luthfi (FT’03).

 

April 2006 Dwi Arianto Nugroho memenangkan pemilu dan menjadi Presiden kedelapan.

 

Mei 2006 KM ITB menginisiasi gerakan peduli sampah Kota Bandung. Di akhir bulan juga KM ITB mengirim tim relawan bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

 

Juni 2006 Zam Zam Badruzaman (HIMAFI’03) terpilih sebagai Ketua OSKM 2006

 

20-21 Agustus 2006 Kontroversi soal legalitas OSKM 2006 berakhir dengan terlaksananya OSKM 2006 hanya dalam dua hari. Peserta OSKM 2006 adalah peserta dengan jumlah terkecil sepanjang sejarah, 136 orang. OSKM kemudian ditutup dengan aksi masuk kampus dengan peserta ratusan mahasiswa ITB.

 

November 2006 Seminar Nasional yang diisi oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie menarik perhatian mahasiswa dan masyarakat Bandung

 

Januari 2007 Rangkaian Seminar dan Workshop “Sekantor” atau Sekolah Anti Korupsi diakhiri dengan perayaan ulang tahun KM ITB.

 

Februari 2007 Olimpiade ke-IV menghasilkan MTI sebagai juara umum.

 

Maret 2007 Pemilu KM ke-8 menghasilkan Zulkaida Akbar (FI’03) sebagai Presiden, mengalahkan Army Alghifari (MS’04).

 

7 April 2007 Kedatangan Wapres Jusuf Kalla yang mengakibatkan tertutupnya kampus untuk mahasiswa dan dosen.

 

Juni 2007 Kasus kecelakaan motor pasca syukuran Kaderisasi KMSR 2006 mengakibatkan turunnya surat ancaman skorsing bagi Presiden KMSR, Ketua Kaderisasi, dan Ketua Angkatan 2006. Selain itu juga ada ancaman pembekuan KMSR. Kabinet bersama himpunan-himpunan memutuskan untuk menolak sanksi tersebut dan melakukan aksi massa di gedung Rektorat.

 

Agustus-September 2007 Rangkaian acara Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) 2007 yang diketuai Agung Thaufika (HIMATIKA’04) sukses dalam melakukan pengenalan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru 2007.

 

16 November 2007 Aksi penolakan terhadap alumni yang dianggap mencoreng nama almamater oleh Gabungan Aksi Mahasiswa (GAM) ITB yang sesuai dengan momentum Kongres Ikatan Alumni ITB dan terseretnya nama Laksamana Sukardi, Ketua Umum IA Pusat sebagai tersangka kasus korupsi di Pertamina.

 

They’ve made their history, now it’s time to us to make our history!

 

Inilah Pimpinan-Pimpinan Mahasiswa ITB

 

Era Dewan Mahasiswa ITB

 

1960-1962 Piet Corputty

1962-1963 Udaya Hadibroto

1963-1965 Muslimin Nasution

1965-1967 Rahmat Witoelar

1967-1968 Purwoto Handoko

1968-1969 Sarwono Kusumaatmadja

1969-1970 Wimar Witoelar

1970-1971 Syarif Tando

1971-1972 Sjahrul

1972-1973 Tri Herwanto

1973-1974 Muslim Tampubolon

1974-1975 Prasetyo Sunaryo

1975-1976 Daryatmo, Ivan Isaq, Muhammad Najib, Khairullah Harun

1976-September 1977 Kemal Taruc (dijatuhkan MPM)

September-November 1997 Caretaker Presidium: Al Hilal Hamdi, Muhammad Iqbal, Sukmadji Indro Tjahyono, Ramles Manampang Silalahi

1977-1978 Heri Akhmadi

Desember 1978-Maret 1979 Caretaker Presidium: Faletehan Siregar, Herdi Waluyo, Indra Cahya, Jusman Syafii Djamal, Mathias Thoib, Sugeng Setiadi

1979-1980 Aussie Gautama

1980-1981 Iwan Basri

1981-1982 Agus Suroto (sekaligus Ketua MPM ITB)

Era Forum Ketua Himpunan Jurusan ITB

1982 Hendardi, Umar Juoro

1986 Syahganda, Ucok Lubis

1987 Hotasi Nababan, Fadjroel Rachman, Amarsah, Theodorus Ondos Koekeritz, Didi Yakob

1988-1989 Yaya, Bambang

Era Keluarga Mahasiswa ITB

1996-1998 Hafiz (SC Pendirian KM), Yan Ardiansyah (Ketua Kongres)

1998-1999 Vijaya Vitrayasa

1999-Maret 2001 Sigit Adi Prasetyo

Oktober 2001-Maret 2002 Akbar Hanif Dawam Abdullah

2002-2003 Alga Indria

2003-2004 Ahmad Mustofa

2004-2005 Anas Hanafiah

2005-2006 Muhammad Syaiful Anam

2006-2007 Dwi Arianto Nugroho

2007-2008 Zulkaida Akbar

 

Seminar oskm 23 Agustus 2013- Muhammad Jaenuri

,……….,,

Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa atau yang biasa dikenal dengan nama OSKM merupakan acara rutin yang tiap tahun diselenggarakan oleh keluarga mahasiswa Institut Teknologi Bandung. OSKM ini merupakan acara dalam rangka menyambut mahasiswa baru untuk memperkenalkan dunia kampus yang jauh berbeda dari pada masa SMA. Salah satu acara inti OSKM ini adalah seminar yang diselenggarakan di gedung pertemuan ITB yaitu Sabuga. Seminar ini dimoderatori oleh Maria Selena mantan miss indonesia 2011 yang juga alumni sekolah bisnis manajemen ITB. Dan tak tanggung-tanggung pembicara pertama yang mengisi seminar ini adalah menteri perdagangan yang juga ketua umum PBSI bapak Gita Wirjawan. Dalam materi nya pa menteri menyampaikan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai visi dan pandangan yang jelas untuk membangun negeri ini ke depan nya dan juga tidak melupakan unsur demokrasi dan pluralisme.Beliau juga  mengungapkan bahwa saat ini Indonesia jauh tertinggal dari negara Korea, China dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Faktanya Indonesia masih belum bisa mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi yang menyebabkan middle income trap.Padahal ekonomi Indonesia tengah tumbuh sebesar 6 % tiap tahun nya dan asia merupakan pusat ekonomi dunia saat ini. Sebagai penutup pa menteri berpesan kepada sekitar 3600 mahasiswa baru untuk menjadi garuda-garuda yang kreatif,terampil, melek teknologi dan menjadi pemimpin. Pembicara kedua yang didatangkan adalah ketua Wanadri salah satu organisasi penjelajah alam di Indonesia Indra Hidayat. Beliau menuturkan betapa kaya nya negeri Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia. Alumni teknik mesin ITB 2009 ini mengajak para mahasiwa untuk mengenal indonesia lebih jauh dengan tidak meninggalkan kreativitas, akal sehat dan kemanusiaan. Pembicara selanjutnya adalah ibu Tri mumpuni, seorang pekerja sosial yang aktif di banyak Non Goverment Organization di bidang pemberdayaan masyarakat. Dalam presentasi nya istri dari salah satu dosen di ITB ini menghimbau untuk membuat hati dan logika bersatu sehingga bisa berfikir dengan rasa empati dan menjadi pemimpin yang berintegritas. Beliau juga banyak membahas tentang masalah ekonomi bahwa saat ini di Indonesia masih banyak terjadi kesenjangan sosial antara warga di pusat kota dengan di pelosok desa. Hal ini menunjukkan bahwa pesebaran ekonomi di Indonesia belum merata. Dan pembicara penutup dalam seminar ini adalah seorang riset indie bernama saska yang juga alumni teknik elektro ITB 2004. Ia banyak melakukan penelitian dalam bidang sosio-masyarakat yang sangat bermanfaat semisal membuat software robot dan Angkot Day dimana pada hari itu warga bandung di gratiskan untuk naik salah satu trayek angkot. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari beliau salah satu nya adalah pola pikir idealis untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi bangsa karena kita hidup cuma satu kali. Pria yang tengah menantikan buah hati ini juga bercerita tentang pengalaman nya saat kuliah di ITB saat dia harus mengulang mata kuliah dan aktif di himpunan maupun organisasi. “pelajaran itu ga cuma didapet di kampus aja, tapi di kehidupan nyata pun kalian akan dapat banyak sekali pengalaman” ujarnya menggugah semangat para mahasiswa baru. Sebagai hiburan acara seminar ini juga menampilkan unit band di ITB ‘APRES”.

https://www.facebook.com/mjae.arrasyid

PROGRESS REPORT KELOMPOK 96

Progress Report

Salam sukses!

Kawan, bagaimana kabarnya? semoga baik selalu,Amien. Ada catatan penting nih mengenai event yang insyaAllah akan di lakukan pada tanggal 23 Agustus 2013 di lapangan Saraga,monggoh di simak bareng-bareng….

 

Jadi, intinya kami akan melakukan foto angkatan, tapi foto kali ini cukup spesial. mengapa? karena “kami” ini berjumlah sekitar 3600 orang! dan apa temanya? berhubungan sesuai tema OSKM kami yaitu “#untukindonesia” maka kami akan mencoba membuat sebuah karya foto angkatan 2013, di lapangan Saraga. Kami pun akan menggunakan atribut khusus untuk membentuknya, sedemikian rupa kami atur sehingga tulisan “#untuk” akan berwarna merah dan “Indonesia” berwarna putih. Menarik bukan?

 

Nah, tetapi hal tersebut tentu membutuhkan kerjasama yang hebat diantara kami mahasiswa baru ITB 2013 ini, karena menyatukan pikiran 3600 kepala tidak semudah membalikkan telapak tangan. jadi, dalam usaha kami di sela-sela kegiatan OSKM yang cukup padat, setiap kelompok, yang berjumlah 180 kelompok, mengutus seorang ketua dan penanggungjawab untuk bekerjasama dalam merencanakan proyek besar ini.

 

    Kemudian untuk membuat tulisannya, kami membagi-bagi setiap karakter untuk diurus oleh sejumlah kelompok, berhubung ada 15 karakter maka tiap karakter akan dikelola oleh 12 kelompok, dan digembalakan oleh seorang penanggungjawab karakter. Tugas setiap ketua dan penanggungjawab adalah menerima arahan dari penanggungjawab karakter dan mengarahkan pula anggotanya agar dapat membentuk karakter, di posisi yang tepat pada waktunya. idealnya, ketua dan penanggungjawab menjadi “patok” dalam menggerakan anggota-anggota kelompok untuk memasuki barisannya sehingga dapat berjalan semuanya dengan baik dan benar sesuai harapan kami, untuk huruf “#” mulai dari kelompok 1-12, “u” dari 13-24, dan seterusnya. Kekurangan dan kelebihan manusia akan diatur sesuai dengan cara yang telah ditentukan, dengan bahasa isyarat demi mencegah keributan. sertra untuk jarak setiap anggota barisan adalah satu lengan, antar karakter adalah 2 meter, dan yang terakhir ketebalan huruf adalah 4 barisan.

 

Sejak awal dari pemberian amanah ini, ketua kelompok sudah mulai mengadakan rapat untuk membicarakan kebijakan-kebijakan seperti diatas untuk mengatur jalannya pembuatan tulisan “#untukindonesia” ini di sela-sela waktu OSKM ini, via jejaring sosial maupun tatap muka secara langsung. Kami membicarakan beberapa kebijakan diatas agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar pada waktunya, dan menurut kami ini sudah merupakan rencana yang cukup matang untuk dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2013. Hal yang kami harapkan adalah kerjasama dari setiap anggota, setiap kepala yang mengikuti OSKM ini untuk menyatukan tenaganya, dan juga bimbingan dari Yang Mahakuasa.

Inilah kurang lebih perkembangan dari ide-ide dan rencana perwakilan kelompok. Hal lainnya juga, kami akan mengumandangkan “Salam Ganesha” yang sakral saat melaksanakan proyek ini. akhir kata, doakan kami, bangsa Indonesia! Untuk Indonesia! Merdeka!

Progress Report

Hasil : Bandung,24 Agustus 2013

0SKM ITB 2013 : #untuk indonesia

Pagi yang cerah kami semua di kumpulkan di Saraga ITB untuk mempersiapkan tugas angkatan 2013.Tepatnya jam 07.20 kami memulai membuat formasi #untuk indonesia yang mana butuh waktu yang lumayan lama.Dengan salah seorang komando dan dibantu dengan ketua kelompok dan PJ mengatur jalannya pembentukan formasi itu.Untuk “#untuk” memakai warna merah dan “indonesia” memakai warna putih,melambangkan bendera indonesia.Setelah hampir satu jam kita menghabiskan waktu untuk membentuk formasi,akhirnya berhasil juga kami selesaikan meskipun ada kendala kecil yang kami alami,akan tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat kami dalam menyelesaikan tugas angkatan ini.Dengan seluruh mahasiswa 2013 posisi jongkok,kami di foto dan di video untuk di dokumentasikan dalam kegiatan OSKM ITB 2013.Dan dengan ini kami memanjatkan syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah melancarkan segala kegiatan dan tugas kami.Dan inilah foto #untuk indonesia .

 

 

Inilah yang dapat kami laporkan,terima kasih untuk kerja dan partisipasi semua yang terkait.

RERUME SEMINAR OSKM ITB 2013 (Muhamad Syukron SITH-S 16113106)

Seminar OSKM ITB 2013 bersama Menteri Perdagangan Republik Indinesia: Gita Wirjawan

Semangat berdasarkan kearifan lokal

Indonesia adalah negara yang besar dan dibilang telai mencapai masa yang  hampir tua,kini telah menginjak 68 tahun.Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945,akan tetapi makna kemerdekaan belum sepenuhnya kita rasakan.Banyak orang yang ekonominya menengah keatas masih belum peduli dengan yang dibawahnya,padahal kita hidup bersama dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Kemerdekaan diukur oleh diri kita sendiri,yang berarti merdeka karena kebanggaan.Banyak pemimpin Indonesia yang sebenarnya hebat-hebat akan tetapi sebuah permasalahan harus kita hadapi bersama,tidak hanya orang yang berpangkat saja yang selalu perkutik pada bidang itu.

Seorang pemimpin harus mementingkan kepentingan rakyat,geopolitik,demokrasi dan mensejahterakan pemerataan.Masih banyak permasalahan yang kita hadapi saat ini,masa kepemimpinan SBY yaitu kontra korupsi.Korupsi yang semakin meluas tidak hanya kalangan pejabat,sampai rakyat kecil pun ikut dalam fenomena itu.Akhirnya siapa yang merasakan akibatnya? Kita semua.Sebagai seorang pemuda kita harus memiliki sikap kritis terhada segala permasalahan yang sedang kita hadapi.Jika kita sebagai pemuda yang malah ikut-ikutan dalam penyiasiaan kearifan lokal maka hancurlah bangsa kita.

Untuk itu yang harus kita tingkatkan lagi yaitu:

  • Kemahiran Teknologi
  • Kesinambungan Demokrasi
  • Kekayaan Budaya
  • Kemajuan Ekonomi

 

Dengan adanya Eksportasi Budaya kita harus menunjukan kepeda dunia lar bahwa kita besar dan memiliki keunikan yang dapat memajukan bangsa kita.Misal negara korea yang sekarang segala sesuatunya yang berbau korea kini telah tersebar luas di seluruh dunia.padahal kita lebih dahulu merdeka dibandingkan korea.

Dengan itu mari kita tingkatkan produktifitas tenaga kerja,meningkatkan penanaman modal, dan hilirisasi langkah mensejahterakan masyarakat.

Tujuan dan tantangan global saat ini untuk menjadikan indonesia sebagai pusat pengetahuan.Dalam kancah ASEAN yang harus memiliki 3 pilar,yaitu :

  1. Base produksi
  2. Pasar kolektif
  3. Ekonomi kompetitif

Maka dengan ini indonesia butuh pemimpin yang bisa menjawab.

Pesan dari Bapak Gita :

 

  • Jadilah garuda-garuda yang kreatif,terampil dan berteknologi.
  • Jangan hanya belajar struktur
  • Kepentingan rakyat adalah  segalanya

 

 

 Seminar Bersama WANADRI : Suatu organisasi yang bergerak di bidang alam bebas.

Pembicara : Indera Hidayat (Teknik Mesin 2009)

Tujuan berdirinya WANADRI yaitu membangun tanah air dengan pendidikan media pendidikan melalui alam.

Tema : Cinta Tanah Air

Luas darat ± 1,8 juta km

Luas perairan ±3,1 juta km

Pulau di Indonesia ± 13 ribu pulau.

Keunikan Indonesia:

  • Bioregional : indonesia beragam hayati
  • Pesisir  : terpanjang ke-2 didunia setelah kanada
  • Pulau: terlalau banyak pulau ,bahkan ada yang tidak terhitung
  • Sungai : keragaman bentuk sungai
  • Kawasan kars: tapak purba tertua di Asia
  • Medan khas kawasan bersalju : padahal berada di daerah khatulistiwa

Dengan keadaan ini kita harus sadar diri,sadar lingkungan dan sadar tujuan.

 

Seminar Bersama Ibu TRI MUMPUNI (Pemberdaya Listrik di Desa Terpencil)

Integritas Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa.

  1. Pengetahuan Logika
  2. Perasaan Empati

Tujuan : Membaca Indonesia yang baik,jika tanpa akal sehat hanya bisa membaca indonesia dengan diri sendiri.

Ekonomi: keadaan setimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untuk mencapai tingginya pertumbuhan.Tetapi ingat! Pertumbuhan harus sesuai pada nilai optimis kesejahteraan masyarakat lokal dan daya dukung lingkungan setempat.

Alternatif : Kewirausahaan sosial

Kegiatan yang disukai sebaik-baiknya,makin baik hasil mereka,makin baiklah ekonomi dan baik pertumbuhan maupun baik pula ekonomi.

  • Pelurusan Visi Pembangunan
  • Perubahan Paradigma Investasi

Teknologi,managemen dan Keuangan  (sumberdaya lokal,komunitas lokal dan pemanfaatan sumber daya alam)

  • Pembatasan Pertumbuhan Usaha

Materi pendidikan formal bertentangan dengan pasal 33 UUD pro industri,seharusnya pro lingkungan dan pro masyarakat lokal.

Kemerdekaan yang hakiki: Bebas perbudakan modern yang berrwujud penindasan ekonomi bangsa.

Ayo memerdekakan bangsa !!!

Setiap orang itu unik J

 

Seminar Bersama SASKA : Riset Indie

Riset Indie merupakan sebuah organisasi penelitian kolektif dalam bidang teknologi, sosial, ekonomi, dan media. Riset Indie mengedepankan penelitian bersama-sama secara swadaya tanpa formalitas institusi. Sampai saat ini, Riset Indie telah dan akan melakukan beberapa topik penelitian di antaranya:

  1. Riset Indie: Polaroid

Penelitian ini mencoba membangun kembali trend dan kejayaan kamera polaroid dan memperkenalkannya kepada masyarakat sehingga teknologi analog kamera polaroid tidak punah.

  1. Riset Indie: Animatronik

Animatronik merupakan sebuah teknologi robotik berpadu dengan seni rupa. Sebagai contoh, sebuah robot alien bernama Alinea yang memiliki bentuk dan tekstur luar tubuh yang serupa dengan makhluk hidup. Riset ini merupakan kolaborasi beberapa disiplin ilmu diantaranya robotik, elektro, dan seni patung.

  1. Riset Indie: Angkot Day

Angkot Day merupakan penelitian yang akan datang dari Riset Indie. Penelitian ini mengusungkan program hari trayek angkot Kalapa-Dago yang lancar, tanpa ngetem, dan gratis  yang didasarkan pada kondisi lalu lintas kota Bandung yang sangat padat serta aspirasi masyarakat mengenai serba-serbi angkutan kota di Bandung. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi data kenyamanan angkutan kota demi terciptanya lalu lintas dan layanan angkot yang optimal.

 

Inilah Resume saya,semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.Terimakasih

Seminar OSKM

Seminar dari Menteri Perdagangan Indonesia, Bapak Gita Wirjawan

Sebagai Menteri Perdagangan sekaligus Ketua PBSI, Pak Gita Wirjawan ikut menemani atlet-atlet Indonesia di kejuaraan bulu tangkis dunia di Guang Zhou. Pada saat pertandingan yang penting itu, ia diminta memberikan motivasi untuk atlet-atlet tersebut. “It depends on how you want it!” itu intinya. Karena segala sesuatu memang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, namun kita juga harus berusaha dan terus memohon agar tercapai hasil yang kita inginkan. Akhirnya Indonesia berhasil meraih kemenangan.

Sebagai pemimpin masa depan, kita perlu menguatkan moral dan mengedepankan semangat demokrasi dan pluralisme agar terjadi kesejahteraan dan juga kesetaraan. Meski Indonesia sudah memiliki nilia-nilai yang kuat, namun masih sering terjadi “lost in translation” ketika memasuki dunia global. Buktinya ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Kemudian diperlukan juga kearifan lokal. Memajukan potensi daerahnya sendiri itulah kearifan lokal. Bila kita melupakan untuk memajukan potensi daerah kita sendiri, maka perlahan-lahan akan hilang jati diri kita. Kearifan lokal juga diperlukan agar perekonomian Indonesia dapat memenuhi kepentingan rakyat sekaligus menampilkan eksistensi geopolitik di dunia.

Belajarlah dari Gangnam. Nama daerah di Korea Selatan ini terkenal akan kemahiran teknologi, demokrasi, keseimbangan budaya dan kemajuan ekonominya. Kita perlu menjadi “Garuda” di negara kita sendiri. Indonesia saat ini mengalami transformasi yang cepat, dengan posisinya yang strategis seharusnya bisa memajukan perekonomian Indonesia. Asal kita mengoptimalkan teknologi yang ada. Kemungkinan itu ada, buktinya saat ini dominasi Amerika Serikat di bidang ekonomi mulai terkikis Tiong Hoa.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kurang lebih 6% setiap tahunnya. Namun resikonya adalah pemilik perekonomian tersebut bukanlah Indonesia melainkan pihak asing. Oleh karena itu, perlu kita tanamkan Budaya Bangga Berbangsa.

Saat ini kita sedang dihadapkan pula dengan permasalahan produktivitas tenaga kerja. Sumber daya alam dan manusia kita banyak. Namun kita tidak dapat memproduksi produk bernilai tambah. Kita hanya mengekspor bahan mentah, namun kemudian mereka mengolah bahan-bahan tersebut menjadi produk yang  bernilai tambah dan masuk kembali ke Indonesia, dengan harga berkali lipat dari harga bahan mentah itu sendiri. Hal itu dapat dihentikan apabila kita berteknologi, berdemokrasi, berpluralisme dan berbudaya sehingga kita dapat menggunakan sumber daya kita sendiri untuk memproduksi produk-produk berkualitas yang kita ekspor dan/atau gunakan sendiri.

Paradigma yang salah mengenai pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan hanya terjadi di Jakarta. Padahal dilihat dari realisasi investasi, Jakarta hanya 20% dari keseluruhan Indonesia. Kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, dsb. Lebih dari 20% dan sekitar 46% adalah dari luar Jawa. Ini membuktikan bahwa NKRI tidak hanya pulau Jawa saja.

Namun, rasio kesenjangan ekonomi antara pulau Jawa dan luar pulau jawa naik dari 31 menjadi 41. Ini berarti kesenjangan ekonomi yang terjadi semakin besar. Maka solusinya adalah meningkatkan penanaman modal di luar Jawa. Kemudian untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, kita tingkatkan daya saing produk pendidikan kita yaitu mahasiswa yang mempunyai kearifan lokal. We have to be nationalistic, but at the same time to be an internationalist. “Jadilah Garuda-Garuda yang kreatif, terampil, berteknologi, yg punya semangat kebangsaan!”

 

Materi WANADRI oleh Indra Hidayat, mahasiswa Teknik Mesin ITB

Wanadri adalah Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas. Beragam ekspedisi telah dilakukan, termasuk menaklukan puncak-puncak tertinggi di Indonesia serta ekspedisi Seven Summit, mendaki 7 gunung di 7 benua termasuk gunung Everest, gunung tertinggi di dunia.

Cinta tanah air. Indonesia pada awal proklamasi kemerdekaan hanya memiliki wilayah pulau-pulau besar dan perairan teritorial di sekitarnya. Setelah deklarasi Juanda, wilayah Indonesia adalah perairan yang dibatasi oleh pulau-pulau terluar termasuk zona ekonomi eksklusif. Indonesia adalah negara kelautan yang bertabur pulau.

Ada 17000 pulau di Indonesia, dengan 34 provinsi dan 504 kabupaten dengan budayanya yang berbeda-beda. Indonesia itu kaya, tidak hanya sumber alamnya namun juga kaya kultur dan penduduknya. Indonesia bisa menjadi tren budaya dunia, asal tetap kreatif dan terus melestarikan budayanya.

Memang ada berbagai hambatan seperti Indonesia yang dilewati oleh cincin api yang aktif sehingga rentan terjadi bencana seperti gempa bumi dan gunung berapi. Selain itu Indonesia berbatasan dengan 10 negara sehingga menjadi tantangan bagi petugas yang menjaga perbatasan agar wilayah kita tidak dijarah pihak asing. Namun hambatan itu bukan menjadi alasan untuk tidak berusaha memajukan bangsa dan negara sebagai rasa cinta kita pada tanah air Indonesia.

 

Materi oleh Ibu Tri Mumpuni, pemberdaya listrik yang dianugrahi Ashden Award 2012

Kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi anak Indonesia apabila pemimpinnya berintegritas tinggi. Integritas adalah pengetahuan dan logika serta perasaan dan empati saling berkomunikasi. Sehingga seorang pemimpin tidak hanya menggunakan logika namun juga mampu berempati.

Ibu Tri Mumpuni mengunjungi desa-desa terpencil yang kesulitan infrastruktur dan sulit dijangkau. Problem yang ada adalah listrik yang tidak merata. Ibu Tri Mumpuni beserta suami mencoba membantu desa-desa terpencil tersebut dengan memberdayakan listrik agar mampu masuk ke desa tersebut.

Di masa sekarang, ekonomi dijadikan alat mencari keuntungan tanpa memerhatikan sosial dan lingkungan. Seharusnya ekonomi memberikan nilai optimal untuk masyarakat lokal dengan memanfaatkan daya publik nasional.

Alternatif ekonomi yang ada adalah dengan menjalankan kewirausahaan sosial. Dalam wirausaha sosial setiap orang adalah unik. Setiap orang melakukan hal yang disukai dengan sebaik-baiknya. Manusia tidak bisa dipaksa karena manusia bukanlah mesin.

Kemudian dengan mengubah paradigma investasi. Investasi keuangan, teknologi dan manajemen yang dijalankan harus dengan sumber daya lokal dan dijalankan masyarakat lokal.

Lalu sebagai mahasiswa yang harus kita ingat setelah lulus nanti adalah bagaiman ilmu saya bermanfaat bagi sesama.

 

Riset indie oleh kak Saska

Riset indie adalah penelitian sosial ekonomi dan media secara independen. Awalnya merupakan sebuah komunitas kecil oleh kak Saska dan kedua rekannya yaitu Trio Mahasiswa Baru ITB. Namun suatu komunitas apabila anggotanya mulai terpencar akibat kesibukan maka akan hilang. Komunitas perlu menjadi sustainable. Ide kak Saska adalah menjadikannya sebagai usaha.

Proyek-proyek yang telah dilakukan riset indie beberapa diantaranya adalah : Penelitian Polaroid, usaha mempopulerkan kembali kamera polaroid di tengah dominasi kamera digital. Pertunjukan animatronik, yaitu drama menggunakan robot. Angkot Day, eksperimen sosial ekonomi dimana dalam sehari masyarakat dapat menikmati angkot dengan aman, tertib dan nyaman tanpa ngetem dan gratis.

 

16513107

Maulana Mahardika Putra

STEI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.